Dunia
tersentak ketika anak-anak muda keturunan imigran Aljazair : Said dan Syarif
Kouachi menembak mati para penghina Nabi Muhammad saw di kantor koran Charlie
Hebdo di Paris. Aljazair adalah negara terluas di Afrika Utara dengan penduduk
37 juta jiwa dan memiliki angkatan perang terkuat kedua.
Islam masuk
kesana dibawa oleh Uqbah bin Nafi pada tahun 671.
Mulai tahun 1830 Aljazair dijajah
Perancis yang memaksakan budaya dan hukum kolonialnya selama 132 tahun.
Aljazair merdeka di tahun 1962 setelah melalui perang jihad dengan korban 1
juta jiwa. Namun seperti yang banyak terjadi, setelah merdeka harapan akan
lahirnya negara yang berlandaskan Islam kandas, Aljazair menjadi negara sekuler
berlandaskan sosialisme. Penindasan oleh Perancis dilanjutkan oleh pemerintahan
diktator bangsa sendiri dengan hanya ada satu partai.
Setelah
beberapa kali kudeta dan presiden berganti , warna pemerintahan tetap sekuler
padahal 99% warganegaranya muslim. Pemerintah menunjuk imam semua masjid-masjid
, menyeragamkan materi khotbah, dan melarang acara pertemuan dimasjid selain
waktu shalat.
Tetapi
meskipun begitu Islam ditetapkan sebagai agama resmi negara. Undang2nya
melarang pernikahan wanita muslim dengan laki2 non muslim, lalu siapa yang
murtad pernikahannya batal dan kehilangan hak waris. Penistaan terhadap Nabi
Muhammad adalah perbuatan kriminal dan akan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Setelah
amandemen konsitusi 1988 maka partai2 lain boleh berdiri. Partai Front Penyelamat
Islam (FIS) terbentuk , mengikuti pemilu yang bebas di tahun 1990 lalu menang
secara sah. Tetapi karena FIS ingin menegakkan syari’ah secara demokratis
konstitusionil, kemenangan itu segera dibatalkan oleh militer dan FIS malahan
dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Ketika pemimpin2nya ditangkap dan
dibunuh, pejuangan berlanjut dibawah tanah dan sekarang mereka diburu sebagai
teroris.
Kini
imigran Aljazair yang hidup di Perancis masih mengalami diskriminasi disemua
sektor walaupun sudah menjadi warganegara. Maka generasi muda mereka menjadi
tertarik pada gerakan garis keras. (BP)