Azab Sodomi

Redaksi BSI yang saya hormati,  tolong dijelaskan azab bagi mereka yang melakukan penyimpangan seksual sebagaimana yang diusung penganut paham LGBT?  Jazakumullah. (Pembaca setia BSI)
 
Ramainya perdebatan sengit di Indonesia terkait legalisasi pernikahan sejenis di Amerika Serikat bukanlah hal baru, dan apa yang heboh di Amerika Serikat sudah dapat dipastikan akan dituruti negara-negara ketiga, termasuk Indonesia.
Jauh sebelum Amerika melegalkan pernikahan sejenis, Belanda telah memulainya tahun 2001 lalu. Bahkan sejak tahun 1980, pembahasan mengenai hak-hak para homohuwelijk telah menjadi isu penting yang kerap disuarakan para aktivis gay di negeri Kincir Angin, di antaranya Henk Krol dan Gay Krant.
Dua tahun setelahnya, tepatnya 1 Juni 2003, langkah politik Belanda diikuti oleh negara tetangganya, Belgia. Berturut-turut kemudian, sejak 2005 hingga 2015, tercatat sudah  ada 21 negara yang menempuh kebijakan progresif seperti Belanda dan Belgia: Spanyol dan Kanada (2005), Afrika Selatan (2006), Norwegia dan Swedia (2010), Portugal, Islandia, dan Argentina (2010), Denmark (2012), Brazil, Inggris, Prancis, Selandia Baru, dan Uruguay (2013), Skotlandia dan Luxemburg (2014), hingga Finlandia, Slovenia, Irlandia, Meksiko, dan AS (2015). Pada tahun 2011, Perdana Menteri Belgia terpilih kala itu, Elio de Rupo, bahkan mengakui bahwa dirinya adalah penyuka sesama jenis.
Pertanyaan pembaca mengenai azab yang akan Allah swt timpakan terhadap perilaku seksual menyimpang pernah terjadi kepada umat Nabi Luth as. Luth hidup semasa dengan Ibrahim. Luth diutus sebagai rasul atas salah satu kaum tetangga Ibrahim. Kaum ini, sebagaimana di-utarakan oleh Al Quran, mempraktikkan perilaku menyimpang yang belum dikenal dunia saat itu, yaitu sodomi. Ketika Luth menyeru mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut dan menyampai-kan peringatan Allah, mereka mengabaikannya, mengingkari kenabi-annya, dan meneruskan penyimpangan mereka. Pada akhirnya kaum ini dimusnahkan dengan bencana yang mengerikan.
“Kaum Luth telah mendustakan rasulnya, ketika saudara mereka Luth, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa ka-mu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas. Mereka menjawab “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang yang diusir”. Luth berkata ‘Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu ‘.” (QS. Asy-Syu’araa’, 26: 160-168 ) !
Sebagai jawaban atas ajakan ke jalan yang benar, kaum Luth justru mengancamnya. Kaumnya membenci Luth karena ia menunjuki mereka jalan yang benar, dan bermaksud menyingkirkannya dan orang-orang yang beriman bersamanya. Dalam ayat lain, kejadian ini dikisahkan se-bagai berikut: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah ) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan para pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri .” (QS. Al A'raaf, 7: 80-82) !
Luth menyeru kaumnya kepada sebuah kebenaran yang begitu nyata dan memperingatkan mereka dengan jelas, namun kaumnya sama sekali tidak mengindahkan peringatan macam apa pun dan terus menolak Luth dan tidak mengacuhkan azab yang telah ia sampaikan kepada mereka: “Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguh-nya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang sebelumnya belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu”. Apakah sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki, menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya menga-takan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” ( QS. Al ‘Ankabuut, 29: 28-29) 
Ayat yang menerangkan penghancuran kaum ini sebagai berikut :“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka kami jadikan bahgian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu belerang yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang meperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).”(QS. Al Hijr, 15: 73-76) !
Akibat penyimpang perilaku seksual pernah Allah swt timpakan azabnya kepada negeri Pompei, simbol kemerosotan moral Kekaisaran Romawi. Kesudahannya pun serupa dengan kaum Luth. Kehancuran Pompei disebabkan oleh letusan gunung Vesuvius. Untuk lebih jelasnya dapat pembaca baca tulisan Harun Yahya “Negeri-negeri yang Musnah”. (Soer) 
Lebih baru Lebih lama